Dalam bulan Ramadhan selain dianjurkan
untuk menjaga diri dari melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, juga
dianjurkan untuk menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan pahala
puasa, terutama yang berasal dari lisan. Berikut sekelumit gambaran
Rasulullah dalam berbicara, diam, tertawa dan menangis (sesuatu yang
menjadi kebiasaannya tidak hanya di bulan Ramadhan) yang dimuat dalam
buku Zaadul Maad karya Iman Ibnu Qayyim Al Jauziyah.
Rasulullah Saw merupakan manusia yang
paling fasih, manusia yang mempunyai pembicaraan paling merdu dan paling
manis, sehingga dapat dikatakan bahwa ucapannya akan segera diambil
dengan segenap jiwa. Jika berbicara beliau berbicara dengan ucapan yang
terperinci, jelas dan dapat dipahami, tidak dengan bahasa yang cepat dan
tidak dapat dihafalkan. Tidak pula dengan ucapan terputus-putus dimana
antara satu kata dengan kata yang lain dipisahkan dengan diam. (Read more.,)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar