Selasa, 19 Mei 2015

Dalam bulan Ramadhan selain dianjurkan untuk menjaga diri dari melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, juga dianjurkan untuk menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa, terutama yang berasal dari lisan. Berikut sekelumit gambaran Rasulullah dalam berbicara, diam, tertawa dan menangis (sesuatu yang menjadi kebiasaannya tidak hanya di bulan Ramadhan) yang dimuat dalam buku Zaadul Maad karya Iman Ibnu Qayyim Al Jauziyah.
Rasulullah Saw merupakan manusia yang paling fasih, manusia yang mempunyai pembicaraan paling merdu dan paling manis, sehingga dapat dikatakan bahwa ucapannya akan segera diambil dengan segenap jiwa. Jika berbicara beliau berbicara dengan ucapan yang terperinci, jelas dan dapat dipahami, tidak dengan bahasa yang cepat dan tidak dapat dihafalkan. Tidak pula dengan ucapan terputus-putus dimana antara satu kata dengan kata yang lain dipisahkan dengan diam. (Read more.,)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar